Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.  Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.

Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal  kepemimpinan operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.  Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan visi, misi ke dalam kegiatan operasional program studi.  Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar unit dalam organisasi perguruan tinggi.  Kepemimpinan publik berkaitan dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

1. Kepemimpinan Operasional

Kepemimpinan operasional  ditunjukkan melalui:

  • Kemampuan penyelenggraan tugas, fungsi, tanggung jawab dan wewenang pimpinan  dalam mengatur penyelenggaraan perkuliahan pada PS Teknik Sipil,
  • Pemimpin dapat memastikan ketersediaan dan kesiapan sarana dan prasarana dalam mendukung dan menciptakan proses belajar mengajar yang baik dan lancar.

Tugas tersebut menuntut ketua program studi melakukan perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi misalnya pendistribusian mata kuliah paling lambat tiga minggu sebelum awal perkuliahan, didahului rapat bersama seluruh staf pengajar, serta monitoring dan evaluasi proses belajar mengajar yang dilakukan setiap empat minggu.

2. Kepemimpinan Organisasi

Kepemimpinan Organisasi dapat dilihat melalui :

  • Kemampuan pimpinan dalam melakukan komunikasi dengan pihak Dekan dan Wakil Dekan selaku atasan langsung, dan pihak Rektorat sebagai atasan dari atasan langsung serta pihak Yayasan.
  • Kemampuan pimpinan Program Studi dalam koordinasi  dengan  sesama ketua program studi lain dalam lingkup Fak. Teknik, Tim kendali mutu prodi, Penasehat akademik, Dosen,, tenaga kependidikan (staf administrasi dan teknisi), kepala laboratorium, unit perpustakaan serta mahasiswa  dengan pola komunikasi yang telah diatur sesuai dengan fungsi dan wewenangnya selaku ketua program studi.
  • Pola kepemimpinan juga terukur dari sistem kebersamaan yaitu keterlibatan semua unsur civitas akademika yang terkait dalam penyelesaian permasalahan, dan menetapkan suatu kebijakan kesepakatan untuk dipatuhi bersama dalam menjalankan tugas masing-masing, sehingga semua kegiatan akan berjalan normal diikuti dengan monitoring dan evaluasi rekaman kinerja

Kemampuan kepemimpinan organisasi  dapat dikatakan bagaimana seorang ketua Program Studi menempatkan diri  sesuai dengan fungsi dan tanggungjawabnya

3. Kepemimpinan Publik

Kepemimpinan publik  dapat dilihat melalui :

Kemampuan pimpinan Program studi dalam menyelesaikan suatu  permasalahan yang melibatkan pihak eksternal ( Orang tua mahasiswa, masyarakat, instansi atau institusi lain.)

Kemampuan pimpinan program studi untuk menjalin kerja sama yang luas dengan berbagai instansi atau institusi baik dalam negeri maupun luar negeri, seperti misalnya :

  • Universitas Hasanuddin , Makassar
  • Politeknik Negeri Ujung Pandang
  • Universitas Negeri Makassar
  • Satker P2JN Sulawesi Selatan
  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Sulawesi Selatan
  • LPJKD Provinsi Sulawesi Selatan
  • Dirjen Binamarga Kemenpupera
  • Dirjen Bina konstruksi Kemenpupera

Kepemimpinan Publik ketua program studi ditunjukkan  dalam melakukan komunikasi, kegiatan, dan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan eksternal jurusan