Kebijakan dalam Suasana Akademik

OTONOMI KEILMUAN

Dosen diberikan kebebasan dalam mengembangkan keilmuan sesuai dengan bidang keahlian melalui penelitian-penelitian setiap tahunnya baik melalui penelitian mandiri maupun menggunakan dana hibah dari DIKTI

Mahasiswa bebas mengembangkan ilmu, penonjolan KBK, peminatan, dan bidang keahlian yang dipilihnya sesuai kompetensi masing2 tanpa interfensi institusi (jurusan dan prodi). Dosen/staf pengajar tidak dipaksakan untuk mengampu mata kuliah yang tidak diminatinya melainkan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki

KEBEBASAN AKADEMIK

Dosen diberikan kebebasan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi penguasaan materi pembelajaran, metode pembelajaran, dan pencapaian derajat akademik tertinggi yang mampu dicapainya.

Institusi senantiasa mendorong dan memfasilitasi kebutuhan dosen dan mahasiswa dalam upaya peningkatan hard skill  dan soft skill. Institusi juga terus mendorong dan mendukung pengembangan kelompok-kelompok minat dalam setiap unit kerja yang secara terus-menerus berperan dalam pengembangan ilmu, teknologi dan seni

KEBEBASAN MIMBAR AKADEMIK

Secara rutin diadakan dialog akademik dan mahasiswa dibebaskan untuk menyampaikan semua aspirasi yang berkaitan dengan kegiatan akademik.

Tidak melarang proses penyampaian aspirasi mahasiswa dan senantiasa menghimbau agar proses penyampaian aspirasi tidak dilakukan dengan cara-cara yang anarkhis

Sarana & Prasarana

Ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika.

Pada  Program Studi Teknik  Sipil   tersedia ruangan kuliah, laboratorium, perpustakaan, ruangan dosen, ruang diskusi/seminar, ruang rapat, ruang administrasi yang seluruhnya milik sendiri dan terintegrasi satu sama lain. Semua proses akademik yang berlangsung tidak tergantung kepada pihak atau instansi lain di luar kampus, Hal ini membuat para tenaga akademik dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan mahasiswa bisa  berkonsentrasi dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta nuansa dan interaksi akademik yang kondusif Setiap tahunnya program studi mendapatkan alokasi dana yang memadai dari Fakultas / Universitas untuk menunjang kegiatan akademik.

Selain itu program studi melakukan dan mengembangkan kerjasama dengan stakeholder lainnya  dalam usaha untuk memperoleh dana yang akan digunakan untuk meningkatkan sarana dan prasarana program studi

Interaksi antar Cendekia

INTERAKSI AKADEMIK ANTARA DOSEN DAN MAHASISWA

Secara umum interaksi akademik antara  dosen dan mahasiswa  dilaksanakan di dalam ruang kelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Selain itu interaksi juga tercipta pada saat proses penyelesaian tugas-tugas matakuliah yang secara berkala harus dikonsultasikan dalam rangka penyelesaian tugas-tugas desain dan proses pembimbingan akademik lainnya. Untuk kelancaran semua proses pembelajaran beberapa dosen juga membuka akses yang luas kepada mahasiswa untuk dapat berinteraksi tanpa harus bertatap muka langsung yaitu melalui e-mail, blog, jejaring sosial, maupun melalui telepon. Dengan demikian mahasiswa dapat menghubungi dosen pembimbing, dan dosen mata kuliah tanpa perlu berpayah-payah menunggu jadwal khusus karena mereka dapat berkonsultasi kapan saja, dan dimana saja

INTERAKSI ANTARA MAHASISWA DENGAN MAHASISWA

Interaksi antara  sesama mahasiswa  secara intensif dilakasanakan dalam bentuk pelaksanaan program kerja lembaga baik dalam tingkat universitas, tingkat fakultas dan tingkat jurusan berdasarkan program kerja yang telah disepakati bersama dalam lembaga kemasiswaan

INTERAKSI ANTARA DOSEN DENGAN DOSEN

Intearksi antara  dosen  dengan dosen  lainnya dilaksanakan melalui pertemuan-pertemuan jurusan, kelompok kajian bersama, serta tim pengajar matakuliah. Secara informal juga terjadi interaksi yang intens sehingga tercipta suasana kekeluargaan yang baik

Pengembangan Perilaku Kecendekiawanan

Pengembangan perilaku kecendikiawanan dikalangan  dosen dilakukan melalui peningkatan kegiatan penelitian, keikutsertaan dalam konverensi, seminar, lokakarya dan pelatihan baik dalam tingkat, nasional, regional maupun lokal.

Keikutsertaan dalam organisasi ketekniksipilan (BAMUS TS dan FSTPT ) serta kunjungan ke universitas-universitas yang lebih maju baik di Sulawesi Selatan maupun di Pulau Jawa   juga sering  dilakukan   meski tidak pernah dibuat jadwal khusus untuk kegiatan tersebut Untuk pengembangan perilaku kecendikiawanan mahasiswa dilakukan dengan mengikutkan mereka dalam berbagai kegiatan lomba karya tulis ilmiah, kuliah umum dan magang serta membantu mereka untuk mensukseskan event seminar dan  lokakarya, Kuliah Umum  yang  mereka selenggarakan baik  tingkat lokal, regional maupun  nasional