Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur dalam program studi, mengikuti nilai, norma, etika, dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat keputusan yang tepat dan cepat.

Kepemimpinan mampu memprediksi masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel, serta mengkomunikasikan visi kedepan, yang menekankan pada keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh unsur dalam perguruan tinggi.

1. Kepemimpinan Operasional

Untuk mencapai kepemimpinan yang efektif secara operasional sebagai dasar untuk mengarahkan dan mempengaruhi perilaku semua unsur, maka  diciptakan suatu sistem kebersamaan dengan menekankan pada keharmonisan hubungan manusia yaitu  keterlibatan semua unsur yang ada dalam struktur organisasi PS dan civitas akademica yang terkait dalam suatu permasalahan, dan menetapkan suatu kebijakan kesepakatan untuk dipatuhi bersama dalam menjalankan tugas masing-masing, sehingga semua kegiatan akan berjalan normal diikuti dengan monitoring dan evaluasi rekaman kinerja. Sebagai contoh kepemimpinan operasional adalah penentuan pengampuh mata kuliah, pembagian pembimbing dan penguji tugas akhir mahasiswa diputuskan dalam rapat dan melibatkan semua dosen.

2. Kepemimpinan Organisasi

Untuk mencapai kepemimpinan yang harmonis secara organisasi, maka tugas setiap unsur dituangkan dalam suatu SOP yang diberikan sebagai suatu rangkaian usaha yang bertujuan menstimulasi secara intelektual dan arif bagi anggota dalam menjalankan misi PS S1 Arsitektur Unibos  sehingga dapat mewujudkan visi organisasi yang  telah ditetapkan.

Semua unsur ditetapkan tugas dan tanggung jawabnya dengan jelas untuk menghindari tugas yang tumpang tindih, kemudian dijalankan secara konsisten dan bertanggung jawab sesuai tata kerja organisasi yang telah ditetapkan. Dalam menjalankan tugas, pimpinan PS tidak selamanya berada di tempat sehingga tidak bisa dihindari akan terjadinya pelimpahan  tugas dan tanggung jawab yang didasarkan pada SOP yang telah disepakati.

3. Kepemimpinan Publik

Selain mengelola kepentingan internal, maka PS juga memprioritaskan pola pengembangan kerjasama dengan pihak eksternal selain berperan secara aktif dalam pemecahan masalah masalah kemasyarakatan sebagai wujud dari karakter kepemimpinan publik melalui kerjasama dibawah fakultas, Centre of Technology (CoT) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bosowa (LPPM) maupun yang dilaksanakan dibawah PS.

Selain itu PS S1 Arsitektur Unibos  mengarahkan kepemimpinan publiknya untuk mencapai visi menjadi salah satu bagian utama dalam jaringan global sains-teknologi infrastruktur benua maritim dan mewujudkan misi peningkatkan citra PS melalui kerjasama strategis dengan pemerintah, institusi pendidikan, asosiasi profesi dan dunia industri pada tingkat lokal,regional dan internasional.

Hasilnya Ketua PS dan dosen aktif terlibat dalam berbagai kegiatan yang melibatkan komponen diluar perguruan tinggi dengan membuka peluang bagi civitas akademik dalam menyebarluaskan berbagai ide dan kreatifitas dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi. Pimpinan PS sebagai narasumber dibeberapa instansi pemerintah, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi Sulawesi Barat, Dinas Transmigrasi Kab. Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, maupun di Ikatan Arsitek Indonesias daerah Provinsi Sulawesi Selatan.